Prompt #22: Diane

 

“Apa yang membuat wanita cantik sepertimu termangu sendiri di tempat ini ?”.

“Aku sedang menunggumu”, dengan tersenyum lirih.

“Mau ku temani?”.

Dia hanya tersenyum, bagiku itu berarti setuju dan ini adalah pertemuan pertama kami.

***

“Setelah perjalanan ini aku ke Jepang dan menetap disana, maukah kau ikut dengan ku?

“Tentu, itulah yang ku inginkan aku merasa nyaman dengan mu.”

Aku tak mengerti aku juga merasakan hal yang sama. Apakah mungkin dia tertarik dengan kekayaanku, mungkin saja tapi sudahlah kita lihat saja nanti.

“Kau sangat indah malam ini, sangat berkilau lebih indah dari kemewahan kapal dan kemegahan lautan ini I love you”.

“Aku tak ingin berkata banyak hal, kiss me dan kita akan menghabiskan malam ini”.

***

Dalam dua hari kapal akan menepi di Jepang.

“Diane, ada yang ingin kutanyakan padamu apa tujuan mu ke Jepang dengan kapal ini?”.

“Aku menunggumu, sudah lama sekali aku menunggumu”.

Aku hanya bisa mengkerutkan dahi tak mengerti.

“Tapi sungguh aku tak mengerti”.

“Sungguh aku telah menunggumu sejak lama Mario, aku percaya kau pasti kembali padaku dan ternyata itu semua tidak sia – sia”.

“Apa? apa kita pernah bertemu sebelumnya”.

“Sembilan tahun lalu kita adalah dua sejoli, sampai akhirnya kapal yang pada saat ini kita naiki terbakar kau menyuruhku menunggu dikamar. Aku menunggu bertahun – tahun menghantui kapal ini menunggumu kembali”.

“Aku bukan Mario tapi Rio, ingat? aku tak mengerti mengapa kau menganggapku adalah orang yang sama”.

“Wajahmu aroma tubuhmu semua percis sama, mungkin memang kau tak mengenaliku lagi dan mungkin kau sudah mati saat itu tapi aku mengenalimu”.

“Pantas saja aku merasa sudah sangat mengenalmu, jika memang aku yang dulu pernah berjanji seperti itu maka ini adalah takdir yang harus kujalani, kuharap penantianmu berakhir dan menghadiahkan ketenangan maafkan aku  yang dulu,  sekarang saatnya kau meninggalkanku”.

“Terimakasih, aku mencintaimu”.  Diane menghilang beserta terompet kapal yang memasuki dermaga.

Iklan