Good Nite, Nad !

Pak Dhe Nanang terlihat sibuk dengan wajan tua nya. Hujan malam ini membuat warung nasi goreng nya tidak seramai hari – hari biasanya. Ya sebenarnya memang hanya ada aku dan Nadya. Tapi aku tak perduli. Yang terpenting saat ini adalah aku dapat melihat wajah Nadya lagi. Wajah yang selalu mendamaikan duniaku, dengan senyumannya, juga canda tawanya. Meskipun gerimis terasa menyiratkan dinginnya suasana, sedingin tangan Nadya yang sejak tadi kugenggam erat.

Entah kenapa, ia terlihat sedikit pucat malam ini. Ah.. mungkin perasaanku saja. Nyatanya aku yang mungkin akan pucat pasi tanpa kehadirannya. Aku menyantap nasi goreng ku dan Nadya hanya menatapku sambil tersenyum

Baca lebih lanjut

Iklan