Prompt #19: Mengadu

Monday Flash Fiction Prompt#19

Aku memandangi foto aku dan ibuku melintasi jembatan disebuah wahana, kami bergandengan tangan aku tersenyum memeluknya dan kemudian lelap dalam tidur.

“Pak, aku minta uang spp sekolah pak sudah telat tiga bulan.”

Bapakku hanya diam saja dengan mukanya yang kusut, sepertinya habis mabuk semalam.

“Aku tak punya uang, bilang saja pada gurumu nanti aku yang kesana.” sambil menenggak botol miras.

“Tapi pak,” belum sempat aku melanjutkan tamparan sudah menempel di pipiku.

“Sudah pergi sana, tinggalkan aku sendiri.”

***

“Ibu, apa yang harus ku lakukan? Bapak tiap malam mabuk – mabukan. Uang Spp ku sudah tiga bulan belum dibayar, aku terancam dikeluarkan dari sekolah. Bapak juga sering kasar padaku, bapak sudah tidak kerja lagi, tiap hari aku harus ngamen demi sesuap nasi untuk bapak dan aku. Aku ingin ikut ibu. Maaf aku menangis di makam mu Bu.”

Prompt #13 : Bapak Pemilik Warung

Dok pribadi RinRin Indrianie

Lokasi kali ini bukanlah tempat kerja yang elit seperti biasa yang kami kunjungi, tempat yang padat dan terletak di pinggiran kota.

***

“Sudah siang, waktunya kita break sebentar, bagi yang mau makan siang atau sekedar santai silahkan!, kita mulai Baca lebih lanjut