Prompt #18: Ada Apa dengan Lissa?

Aku terbangun. Lissa yang tidur di sampingku, meronta-ronta dan menjerit. Aku berlari keluar dari kamar.

Saat dia sadar, kemudian dia menangis tersedu, aku bukanlah orang lain bahkan kami memiliki hubungan yang cukup dekat. Setelah tangisannya mereda aku kembali menghampirinya.

“Kamu kenapa?”

Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Lissa.

“Mas! apa yang telah kita perbuat semalam?”

Aku hanya terdiam mengingat apa yang telah aku dan Lissa lakukan tadi malam, sungguh kami telah dikalahkan oleh nafsu.

Kemudian sambil menangis Lissa memelukku.

“Aku mencintaimu mas.”

“Lantas kenapa kau menangis? maafkan aku Liss.”

“Aku tidak menyesalinya mas, aku bahagia namun aku merasa bersalah karena aku juga isteri abang mu.”

Iklan

Segala Apa yang Terlihat

Kau bilang aku sombong, aku marah.

Kau bilang aku aku seorang ambisius, aku kecewa.

Mereka bilang aku egois, aku tersinggung.

Apapun yang mereka katakan tentang ku, aku marah.

Tapi aku menyadari satu hal, mereka begitu pasti karena diriku sendiri, mereka pasti melihat apa yang telah kulakukan.

Karena apa yang manusia katakan berdasarkan apa yang mereka lihat.