Prompt #12: Konde

Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul. 

Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini?

***

Suara musik khas jawa bergema, sorak sorai para pengunjung pecah meriah menyambut para penari jaipong berlenggak lenggok di atas pentas,  lelaki menaiki pentas, penari pun tak mau kalah mereka mengajak pengunjung pria untuk menari bersamanya, kemudian pulang dengan uang hasil saweran.

Selintas kisah masa laluku aku teringat cerita tentang konde yang ku temukan ini, aku adalah  mantan penari jaipong, konde ini adalah saksi bisu dimana aku harus berjuang demi sesuap nasi walau rasa malu tak bisa sama sekali kutepiskan.  Sekarang aku adalah istri dari seorang bangsawan yang memiliki tahta dan kedudukan tinggi dan sudah pasti terhormat.

Berkat konde ini aku dapat meraih semua apa yang aku inginkan, tidak perlu bersusah payah seperti dahulu, berbekal informasi dari seseorang yang tak ku kenal aku menemui dukun dan dia memberikan ku konde ajaib, sontak kehidupan ku berubah mulai dari rezeki yang datang terus mengalir sampai akhirnya jodoh ningrat datang. Cukup setimpal memang, aku hanya mengorbankan keperawanan  dan seluruh keluarga ku demi konde dan kehidupan seperti surga ini.

***

Menghadiri pesta ningrat di keraton, aku dan suami ku berjalan gagah. Para abdi menyambut membungkuk dihadapan kami. Para tamu  berkelas  datang dari kelas sosial atas, mulai dari artis sampai pejabat negara pun turut hadir. Aku menikmati makanan yang disajikan dan kemudian berjalan menyapa para tamu yang lainnya.

Mata mereka menatapku, kadang tersenyum menyapa sampai ada juga yang menatap sinis. Itu wajar aku kan Istri dari seorang bangsawan mungkin mereka iri karena tahu latar belakangku, sebagian yang berkelompok berbisik kecil seusai menatapku entah apa yang mereka bicarakan aku tak peduli. Namun dalam kerumunan aku melihat suamiku terlihat kesal melihat tingkahku, apa ada yang salah? ku rasa tidak biarkan saja lah aku kemudian duduk, datang abdi melayani menawarkan makanan sambil tersenyum.

“Kenapa senyam senyum begitu?”

“Ada yang lucu? beraninya tersenyum aneh begitu pada tuan mu!” aku membentak tidak terima dengan perlakuan abdi yang satu ini.

“Maaf ndoro, anu, anu, an..”

“Anu kenapa”

“Maaf, konde ndoro sepertinya lepas”

Aku panik setelah dirasa memang konde ku sejak tadi memang tidak terpasang, pantas saja mereka menatapku aneh dan tersenyum dan juga suami ku tampak kesal, kemudian aku berlalu menahan malu.

 

Iklan

16 thoughts on “Prompt #12: Konde

  1. aku ga ngeliat ada relevansi antara 2 kalimat di awal cerita dengan kalimat2 selanjutnya. *atau aku yang siwer, boleh dijelasin deh 😀 * …

    “Suara musik khas jawa bergema, sorak sorai para pengunjung pecah meriah menyambut para penari jaipong berlenggak lenggok di atas pentas” –> mungkin maksudnya musik khas Sunda? Karena kayaknya belom pernah tau musik khas jawa aka gamelan mengiringi jaipong. Jaipong dari Jawa barat.

    Menurutku di sini jadi ada 2 cerita Lex. Cerita pertama berhenti sampai “aku hanya mengorbankan keperawanan dan seluruh keluarga ku demi konde dan kehidupan seperti surga ini.” –> ini kalo dikembangin udah jadi twist yang bagus…

    Cerita kedua ya setelah bagian “mengorbankan keperawanan” sampe si nyonya kehilangan konde… tapi ga terlalu ngetwist sih perkiraanku…

    Sebaiknya dalam FF jangan terlalu banyak bikin konflik. IMO 😉

    • hehe iya mak, aku juga nggak paham sih jenis musik apa yang biasa digunakan makanya pake musik khas jawa aja karena bukan orang jawa juga sih, maksudnya dikalimat pertama itu aku maunya flash back gitu ke kehidupannya yang dulu sampe sekarang jadi ningrat, hmmm kayanya aku masih terpengaruh sama ide2 yang tiba2 datang saat nulis deh kayanya mak 🙂
      tapi maksih udah ngasi kripik enak nyaa, masih datar banget nggak mak ekspresinya? menurut aku masih kurang banget 🙂
      berarti gak harus banyak konflik ya, baiklah dimengerti mak 🙂

    • hmm sepertinya ngaruh, setahu saya kan yg namanya istri bangsawan itu harga dirinya tinggi harus perfect kayanya hehe 🙂 tulisan saya jg datar jdi gak dapet mungkin ekspresinya 🙂

  2. Hihihi… ga pernah makai konde. Jadi ga tau apa berasa ga ya kalau lepas.
    Tapi pernah makai hiasan buat pengantin di kepala itu (tanpa konde, karena pakai jilbab), itu dipakaikan di kepala menusuk-nusuk rasanya. Hehehe…

  3. pada kalimat ” sampai jodoh
    ningrat datang menjeput ku dengan memakai
    konde ini. ” yang make jadi seolah2 yang njempit ya? *bingung* idenya keren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s