Prompt #10: Shioban dan Kereta Kuda# Dasar Shioban !

Sumber

“Kereta kuda hanya untuk para ratu dan penyihir.”

“Memangnya apa yang akan kamu lakukan jika aku menginginkannya?” kata Shioban sambil mendelik ke arah jin penjaga.

“Sekali tidak boleh tetap tidak boleh, nanti akan menyebabkan bencana!” Jin berkata dengan nada kasar pada Shioban.

“Aku ingin sekali naik kereta itu sama dengan yang lainnya, berjalan berkeliling kerajaan.”

“Kereta ini sudah ditakdirkan menjadi milik para Ratu dan Penyihir, rakyat jelata seperti kamu hanya ditakdirkan untuk mengabdi!.”

Shioban pergi meninggalkan jin  penjaga kereta tertunduk lesu.

“Jin, kenapa si Shioban?” seorang penyihir datang dengan kereta kudanya.

“Dia mencoba memaksa untuk masuk kedalam kereta, pada hal dia tahu itu dilarang.”

“Kenapa tidak kau izinkan saja dia masuk?”

“Anda tidak tahu peraturannya ya?”  jin memandang penyihir wanita yang baru datang tersebut.

“Maaf aku baru saja lulus menjadi penyihir jadi masih kurang paham aturan itu kenapa melarang rakyat biasa.”

“Maaf, aku tidak dapat menjelaskan aku hanya menjalankan tugas ku.” Jin kembali menjaga kereta kuda.

***

“Penjaga !” teriak seorang ratu yang terjatuh.

“Apa yang terjadi ratu? anda baik – baik saja ?” seorang jin datang dari  istana.

“Shioban mengambil kereta ku dan membawanya lari, kejar dia! atau nanti kita akan celaka.”

“Anak keras kepala!” Jin kemudian terbang mengejar Shioban.”

***

“Yahhhoooo !!”

Ternyata asyik juga naik kereta berkeliling memandang pemandangan indah seperti ini, tapi kenapa aku dilarang untuk naik kereta kuda? aku kan sama seperti mereka sama – sama manusia.

Para Ratu dan Penyihir berkumpul di istana, cemas akan perbuatan Shioban yang seenaknya saja. Mereka hanya bisa pasrah menunggu takdir yang akan menimpa mereka.

***

Sementara itu terjadi kegaduhan di pasar, kereta kuda Shioban coba dihentikan jin dan lepas kendali menabrak para penjual dan dagangan mereka. Mendengar hal tersebut para ratu dan  penyihir datang dan memarahi Shioban.

“Kan sudah kuperingatkan jangan naik kereta kuda, kacau balau jadinya” Jin melotot.

“Kamu itu kalau tidak bisa main, ya jangan main dong Shioban!” seorang ratu turut memarahi Shioban.

“Tapi kenapa aku tidak boleh?” Shioban menangis.

“Kan tadi sudah diatur perannya, Aku Nisa, Lala, Rurin, Nia yang jadi ratu dan penyihir, Wawan yang jadi jin. Kamu kan jadi rakyat biasa.”

“Sudah kamu pulang saja! jangan main dengan kami lagi.”

Shioban menangis dan berlari pulang kerumah.

Iklan

34 thoughts on “Prompt #10: Shioban dan Kereta Kuda# Dasar Shioban !

  1. sebenernya udah ada beberapa yg mau ta tanyain.. Tapi ndak jadi, karena anak-anak ternyata lagi maen ya 😆

    Seandainya…

    alurnya dirapiin lagi, anak-anak yang lagi bermain peran itu akan jadi twist yang bagus 🙂

  2. banyak bener ratunya???
    biasanya satu ratu satu kerajaan.. Hehee..

    oya, -mu itu penulisannya dipisah atau disambung yah? sEmpat bbrapa kali nemu -mu tapi dipisah. krna sepahamku ya disambung..

    …, rakyat jelata seperti mu … apa karena itu maksudnya seperti kamu? Hadeuh binun… (‘,’ )?

  3. Lucu ceritanya 🙂 E tapi, ada yang sedikit ngeganjel di kalimat ini:
    “Jin kenapa Shioban itu?”
    Dlm kalimat tsb, seolah2 Shioban itu nama jabatan atau benda atau apalah ketimbang nama seseorang. Mungkin lebih kalau diperbaiki jadi “Jin, kenapa si Shioban?”
    IMO 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s