Bertepuk Sebelah Tangan

Aku selalu mengawasi mu, berusaha berada di sekeliling mu, kau begitu besar dan sangat ku kagumi, perasaan yang selalu terasa mendidih saat aku melihat mu, kau begitu indah sangat ku kagumi, namun aku berfikir apakah salah aku berperasaan seperti ini? sepertinya tidak, semua berhak memiliki rasa, keinginan, dan tujuan dan aku merasa berhak untuk mendapatkan mu.

Kau adalah sesosok pria yang banyak didambakan wanita, mungkin ribuan wanita menginginkan mu, dan aku salah satu nya. Gelak tawa mu, senyum mu, keramah tamahan mu, kearifan mu semua itu membuat ku luluh tak berdaya mencintai mu, sesekali aku ingin sekali mendekat, memandang mu lebih dekat, lebih jelas dari yang selama ini yang aku bisa, mencium wangi tubuh mu yang membuatku mabuk kepayang akan pesona mu.

Aku sesekali merasakan rasa sakit sesak di dada saat melihat mereka wanita yang menebar senyum pada mu menggoda, merayu, akan kah mereka tidak berfikir mereka adalah wanita tak seharusnya mereka terlihat sangat murah sekali hanya karena ingin dekat dengan mu. Namun tak ku pungkiri juga aku merasa iri pada mereka yang bisa mengenyampingkan ego demi seorang pria.

Malam ini aku melihatmu lagi, berjalan sendiri tak seperti biasanya kau tampak lain adakah sesuatu yang mengganggu pikiran mu? aku bertanya tanya dalam hati ada apa? kulihat lagi kau kemudian duduk di sudut remang taman kota menyendiri merenung, seakan kau dalam masalah yang sangat membebani. Hati ku tergerak penasaran ingin menghampiri, jujur saja aku tidak suka melihat kau seperti ini murung menyendiri dalam kegelapan. Aku mulai berfikir dan mencoba untuk mendekati kau, walaupun mungkin nanti tak akan banyak membantu tapi setidaknya aku ingin orang yang kucintai ini dapat berbagi dengan ku.

***

Darah segar mengalir menetes dari sela – sela jemari mu, mengalir di kulit mu, tubuh ku terkoyak oleh tangan mu, sepertinya tubuh ku sudah tidak utuh lagi aku tidak dapat merasakan lengan ku lagi, kaki kanan ku pun begitu. Tulang ku terasa remuk, sedemikian tega nya kah engkau lakukan ini pada ku. Sesaat aku melihat raut wajah mu yang santai tanpa rasa dosa, seperti inikah orang yang begitu aku cintai? mungkin aku terlalu egois mencitaimu, atau bahkan aku terlalu naif mengharapkan kau menyadari persasaanku padamu , nyatanya aku terlalu kecil di hadapanmu. Seharusnya aku sadar kau adalah sosok manusia sempurna dan aku hanyalah seekor nyamuk.

Iklan

3 thoughts on “Bertepuk Sebelah Tangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s