Prompt #9 Monday FlashFiction :Parfume

Beautiful Perfume Bottle Personalized Painting

” I hate monday !!!, work again ! “.

“Oke waktu tidak akan terasa jika kita mampu melewatinya”.

“Weekend pasti akan segera menjemput ku”.

***

Tak terasa hari – hari sibuk perlahan telah berganti dan besok weekend horee teriak ku kegirangan. Waktu sudah menunjukkan tepat jam sembilan malam aku bergegas pulang untuk segera menikmati waktu bersantai minum kopi, nonton acara favorit, dan segala aktivitas lainnya yang intinya bermalas – malasan. Membayangkannya saja membuatku cengar – cengir sendiri. Aku harus mengistirahatkan badan ku yang sudah berumur ini.

Dengan riang aku berjalan menyusuri jalan yang biasa dilewati sampai akhirnya langkah ku terhenti  di depan salah satu toko parfum. Aku mencium aroma wangi yang sangat lembut menusuk indera penciuman ku, rasanya sangat lembut seperti aroma relaksasi aku melihat sebuah plang iklan parfum pabrikan Prancis di depan toko.

“Wahhh lagi diskon nih”

“Lho kok sudah tutup”

“Ya sudah lah besok lagi kesini”

Hembusan dingin angin malam terasa sangat menusuk tubuh ku agak sedikit kecewa melihat toko sudah tutup, aku menendang pintu toko dan bergegas berjalan meninggalkan toko. Baru saja beberapa langkah aku berjalan terdengar decit pintu terbuka, segera saja aku kembali berniat membeli parfum tadi.

“Halo !!”

“Apa ada orang ?”

Perlahan aku masuk ke dalam dan melihat  banyak sekali parfum – parfum merek terkenal, dari Eropa, buatan artis dan lain sebagainya semua tersusun rapi di meja dan di lemari kaca. Tiba – tiba saja angin bertiup sesaat menghempaskan pintu toko, sedikit terkejut aku kemudian mencoba kembali memanggil pemilik toko namun tak ada jawaban. Mata ku tertuju pada lemari kaca di pojok melihat parfum merah yang seperti di plang iklan tadi dan aku mencoba untuk menggapai nya.

***

“Sudah pagi ya?”.

“Kenapa pandangan ku seperti ini? buram”.

Aku melihat orang – orang lalu lalang berjalan di luar sana, mereka sangat memanfaatkan liburan dengan keluar rumah, aku harus pulang aku sudah lelah aku sudah tidak sabar merebahkan tubuh ini di atas kasur empuk ku. Sepertinya aku masih berada di toko parfum semalam, aku mencoba bergerak namun percuma, kenapa aku tidak bisa bergerak ? aku terus mencoba dan mencoba namun percuma. Aku berteriak mencoba minta pertolongan aku sadar aku seperti terikat dengan botol parfum merah semalam. Aku melihat sekeliling, melihat kiri dan kanan dikelilingi parfum – parfum mewah, ku lihat lagi parfum – parfum itu sepertinya bernyawa. Mereka bernasib sama dengan ku.

Sebuah parfum baru berwarna hijau kemudian keluar dari atas meja, dan pemilik toko membuka kembali toko nya.

Iklan

41 thoughts on “Prompt #9 Monday FlashFiction :Parfume

  1. Mas, saya setuju sama mak Carra. Itu yang monolog bisa diubah ke narasi. Pinter2nya mas aja gimana ngubahnya asal ga terkesan membosankan 🙂

    Oh ya saya mau sedikit kasih contoh penulisan dialog yang benar.
    “Kenapa pandangan ku seperti ini” (salah)
    “Kenapa pandangan ku seperti ini?” (benar)
    >>>selalu gunakan tanda titik atau apapun untuk mengakhiri kalimat seperti di atas sebelum ditutup dengan tanda petik.

    Makasih 🙂
    Monggo diedit lagi tulisannya 🙂

  2. Waduuuh, aku pikir mataku yang lelah. Keren lho ceritanya, tapi sedikit buyar, *kedap kedip tanya ke tanda baca…. dulu aku cuek, setelah dicolek-colek Mba Carol, aku mulai hati-hati. Semangat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s